Sarang, 25 April 2026 — Senat Mahasiswa (SEMA) STAIKA Al-Kamal Sarang sukses menyelenggarakan talk show pendidikan politik bertema “Peran Legislatif dalam Membangun Masa Depan Politik Indonesia” di Auditorium STAIKA Al-Kamal Sarang. Kegiatan ini menjadi ruang refleksi bagi mahasiswa untuk memahami peran strategis lembaga legislatif dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Acara menghadirkan narasumber utama M. Rokib, S.H., S.Pd., dengan panelis A. Choirul Furqon, S.Pd.I., M.M., serta dipandu oleh moderator Siti Amanah. Kegiatan ini diikuti lebih dari 76 peserta dan turut dihadiri oleh Ketua STAIKA H. Moch. Noor Hasan, M.H., Wakil Ketua II Siti Rosyidah, M.Pd., Kaprodi HKI Mohammad Isa Ansori, M.H., Kaprodi MPI Muhammad Rouf, M.Pd.I., serta sejumlah dosen lainnya. Selain itu, acara juga mendapat dukungan dari berbagai organisasi mahasiswa, seperti HMJ HKI, HMPS MPI, JURNALISKA, JQH, dan PASTAKA.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan oleh MC Bintan Fauziyah, dilanjutkan dengan menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya dan Mars STAIKA, serta pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Nur Muhammad Wasful Khasin. Sambutan disampaikan oleh Ketua Pelaksana, M. Akhmad Rizallullaah, yang menekankan pentingnya kepemimpinan yang adil, bertanggung jawab, dan berlandaskan nilai-nilai normatif, serta perlunya transparansi dalam kinerja lembaga legislatif. Sambutan berikutnya disampaikan oleh Ketua STAIKA, H. Moch. Noor Hasan, M.H., yang mengajak mahasiswa untuk memperdalam pemahaman politik dan mengikuti kegiatan dengan serius mengingat pentingnya peran legislatif dalam pembangunan masa depan bangsa. Acara pembukaan ditutup dengan doa oleh M. Saif Izzudin.
Memasuki sesi inti, moderator mengangkat isu kritis mengenai persepsi publik bahwa lembaga legislatif kerap dianggap lebih dekat dengan kepentingan elit daripada rakyat. Menanggapi hal tersebut, M. Rokib menjelaskan bahwa secara normatif proses legislasi melibatkan berbagai unsur, termasuk pemerintah, masyarakat, dan para ahli, sehingga diharapkan menghasilkan kebijakan yang inklusif dan representatif.

Panelis A. Choirul Furqon menambahkan bahwa mahasiswa perlu memiliki pola pikir kritis dan orisinal sebagai subjek aktif dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan praktik politik. Ia juga menyoroti pentingnya penguatan analisis akademik di kalangan mahasiswa, khususnya di wilayah Rembang.
Kegiatan ditutup dengan penyerahan sertifikat kepada narasumber serta sesi foto bersama seluruh panitia dan peserta sebagai penutup rangkaian acara.
