Sarang, 24 Oktober 2026 – Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al Kamal menyelenggarakan kegiatan Diskusi Dosen Rutin pada Sabtu, 24 Oktober 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari program rutin LPPM dalam mendorong peningkatan budaya akademik, penguatan kapasitas dosen, serta pengembangan penelitian yang relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan kebutuhan masyarakat.
Diskusi dosen kali ini mengangkat tema “Resiliensi Pembelajaran Bahasa” dengan pemateri Ibu Siti Mahdzuroh, M.Pd. Tema tersebut dipilih untuk memperluas pemahaman dosen mengenai kemampuan peserta didik dalam menghadapi tantangan, mengatasi kesulitan, serta mempertahankan semangat dan keberlangsungan proses pembelajaran bahasa.
Dalam sambutannya, Kepala LPPM STAI Al Kamal, Bapak Zainal Abidin, M.Pd., menyampaikan harapan agar kegiatan diskusi dosen tidak hanya menjadi forum bertukar gagasan, tetapi juga mampu menghasilkan ide dan temuan riset baru yang aktual (up to date). Hasil diskusi diharapkan dapat dikembangkan menjadi penelitian yang berkualitas, kemudian dipublikasikan dalam bentuk karya ilmiah dan artikel jurnal.
Menurutnya, forum akademik seperti ini memiliki peran strategis dalam membangun iklim penelitian yang produktif di lingkungan perguruan tinggi. Melalui diskusi yang berkelanjutan, para dosen diharapkan mampu mengidentifikasi berbagai persoalan akademik, merumuskan alternatif pemecahan masalah, serta mengembangkan penelitian yang memberikan kontribusi bagi pengembangan ilmu pengetahuan.
Dalam pemaparan materi, Siti Mahdzuroh, M.Pd., mengajak peserta mendiskusikan konsep resiliensi dalam pembelajaran bahasa, termasuk bagaimana peserta didik menghadapi hambatan belajar, mengelola tekanan, dan membangun kemampuan untuk bangkit ketika mengalami kesulitan dalam proses pembelajaran.
Diskusi berlangsung dengan berbagai tanggapan, pertanyaan, dan masukan dari para dosen. Sejumlah isu penting mengemuka dalam forum tersebut, di antaranya:
Soeprihadi, M.Pd. membahas pendekatan pembelajaran yang sesuai untuk setiap tingkatan, sehingga strategi pembelajaran dapat disesuaikan dengan karakteristik dan kebutuhan peserta didik.
Muhammad Rouf, M.Pd. mengangkat persoalan perbedaan antara resiliensi dan motivasi dalam pembelajaran bahasa. Pembahasan ini menjadi penting untuk memahami bagaimana kedua aspek tersebut saling berkaitan dalam mendukung keberhasilan belajar.
Dr. Khairul Wahyudi, M.H. menyoroti pentingnya kolaborasi lintas disiplin ilmu dalam mengkaji resiliensi. Perspektif dari bidang keilmuan lain dinilai dapat memperkaya analisis dan menghasilkan pendekatan penelitian yang lebih komprehensif.
Syaiful Anwar, M.H. membahas kecemasan yang muncul ketika peserta didik menghadapi praktik berbahasa dan kesulitan menggunakan bahasa. Persoalan ini menjadi perhatian karena aspek psikologis dapat memengaruhi keberanian, kepercayaan diri, dan partisipasi peserta didik dalam pembelajaran.
Rif’atul Mutiah, M.Pd. memberikan perhatian pada metodologi Systematic Literature Review (SLR), yaitu pendekatan kajian literatur sistematis yang dapat digunakan untuk memetakan hasil penelitian terdahulu, mengidentifikasi kesenjangan penelitian (research gap), serta merumuskan arah penelitian selanjutnya.
Beragam pandangan tersebut memperlihatkan bahwa kajian resiliensi pembelajaran bahasa memiliki ruang pengembangan yang luas, baik dari sisi strategi pembelajaran, aspek motivasi dan psikologis, kolaborasi lintas disiplin, maupun metodologi penelitian.
Melalui kegiatan ini, LPPM STAI Al Kamal berharap diskusi dosen rutin dapat menjadi wadah produktif untuk memperkuat kolaborasi akademik dan meningkatkan kualitas publikasi ilmiah dosen. Selain itu, hasil diskusi diharapkan dapat ditindaklanjuti melalui penyusunan proposal penelitian, penulisan artikel ilmiah, serta publikasi pada jurnal yang relevan.
Kegiatan Diskusi Dosen Rutin ini sekaligus menegaskan komitmen LPPM STAI Al Kamal dalam membangun tradisi akademik yang berorientasi pada pengembangan ilmu pengetahuan, peningkatan kualitas penelitian, dan kontribusi nyata bagi kemajuan pendidikan.
