Home » Berita » Buka Tahun Akademik 2026/2027, STAI Al-Kamal Gelar Studium Generale Bahas Tantangan Sarjana Muslim di Era Disrupsi

Buka Tahun Akademik 2026/2027, STAI Al-Kamal Gelar Studium Generale Bahas Tantangan Sarjana Muslim di Era Disrupsi

REMBANG — Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Kamal Sarang Rembang sukses menggelar kegiatan Studium Generale (Kuliah Umum) Tahun Akademik 2026/2027 pada Sabtu, 26 September 2026. Berlokasi di Aula STAI Al-Kamal Sarang, Rembang, acara ini mengangkat tema strategis “Menjadi Sarjana Muslim di Era Disrupsi: Masa Depan Studi Islam dan Tantangan Generasi Muda”.

Kegiatan akademik tahunan ini menghadirkan narasumber utama Prof. Dr. H. Ahmad Atabik, Lc., M.Si. dengan dipandu oleh Dr. Khairul Wahyudi, M.H. selaku moderator. Acara yang disiarkan secara langsung melalui kanal resmi YouTube STAI Al-Kamal ini diikuti oleh jajaran pimpinan kampus, para dosen, serta ratusan mahasiswa.

Acara secara resmi dibuka oleh Wakil Ketua I Bidang Akademik dan Kerja Sama STAI Al-Kamal, Bapak Soeprihadi, M.Pd., yang hadir memberikan sambutan mewakili Ketua STAI Al-Kamal.

Dalam sambutannya, Soeprihadi menggarisbawahi pentingnya tradisi akademik ini sekaligus mengingatkan tantangan nyata perkembangan teknologi di era disrupsi:

“Setiap tahun studium generale di STAI Al-Kamal sudah menjadi rutinitas. Dari tema ini ada beberapa poin terutama pada kata era disrupsi, teknologi berkembangnya sangat cepat terkadang kita sendiri tidak bisa mengikuti. Ini menjadi tantangan, informasi yang kita dapat begitu mudah, di lain sisi kita sebagai akademisi juga ada kode etik yang harus dilaksanakan,” tegas Bapak Soeprihadi, M.Pd.

Beliau menekankan agar kemudahan akses informasi saat ini diimbangi dengan integritas ilmiah dan kepatuhan terhadap kode etik akademik oleh seluruh civitas akademika.

Dalam pemaparan utamanya, Prof. Dr. H. Ahmad Atabik, Lc., M.Si. mengupas secara komprehensif mengenai pergeseran lanskap pendidikan dan keilmuan Islam di tengah gempuran teknologi dan globalisasi.

Beberapa poin krusial yang disampaikan narasumber meliputi:

  1. Memahami Hakikat Era Disrupsi dalam Pendidikan Islam: Prof. Ahmad Atabik menjelaskan bahwa era disrupsi tidak hanya mengubah cara berkomunikasi, tetapi juga mengubah metode belajar dan sumber pencarian ilmu keagamaan. Mahasiswa dituntut tidak hanya menjadi konsumen informasi, melainkan produsen ilmu yang valid dan berbobot.
  2. Integrasi Ilmu Keagamaan dan Teknologi Modern: Masa depan studi Islam memerlukan pendekatan interdisipliner. Menurutnya, calon sarjana Muslim harus menguasai literasi digital tanpa mengesampingkan keilmuan turots (khazanah keislaman klasik). Penguasaan teknologi menjadi sarana dakwah dan penyebaran pemikiran Islam yang ramah, inklusif, dan relevan dengan zaman.
  3. Benteng Etika dan Pemikiran Kritis Generasi Muda: Di tengah maraknya disinformasi dan penyebaran paham ekstrem di dunia maya, sarjana Muslim memiliki tanggung jawab moral sebagai penyaring (filter) narasi keagamaan. Sikap kritis, tabayyun, dan pegangan kode etik ilmiah menjadi kunci agar keilmuan Islam tetap memberikan kemaslahatan bagi masyarakat luas.
  4. Kesiapan Karir dan Kontribusi Sosial: Lulusan studi Islam diimbau untuk memiliki soft skills yang adaptif, seperti pemikiran analitis, kemampuan berkolaborasi, dan kecerdasan emosional agar mampu bersaing serta memberikan solusi atas berbagai problematika sosial-keagamaan masyarakat modern.

Penyampaian materi dari narasumber pemantik diskusi yang hangat dan interaktif. Dipandu oleh Dr. Khairul Wahyudi, M.H., sesi tanya jawab berlangsung hidup dengan berbagai pertanyaan kritis dari mahasiswa terkait penerapan studi Islam di era kecerdasan buatan (AI) dan tantangan menjaga independensi pemikiran akademik.

Rangkaian acara Studium Generale ini ditutup dengan harapan besar agar seluruh mahasiswa STAI Al-Kamal Sarang Rembang siap melangkah memasuki Tahun Akademik 2026/2027 dengan semangat baru, wawasan yang luas, serta komitmen etika keilmuan yang kokoh.